masukkan script iklan disini
Bidang pertanian terutama sektor perkebunan merupakan bagian penting dalam pembangunan perekonomian Indonesia. Berdasarkan data BPS, luas tanaman perkebunan di Kabupaten Sambas tahun 2017 mencapai 167.440 hektar. Salah satu komoditas unggulan dalam sektor ini adalah kopi. Jenis kopi yang dibudidayakan di Kabupaten Sambas umumnya adalah jenis kopi Robusta dan Liberika.
Perkembangan industri kopi di Sambas juga didukung oleh tradisi masyarakat Sambas yang gemar minum kopi. Hal ini terbukti dengan banyak ditemukan warung kopi bertebaran di sepanjang jalan. Warung kopi selalu dipenuhi para pengunjung yang datang bukan hanya untuk menikmati kopi namun memiliki tujuan dan keperluan tersendiri. Tradisi tersebut telah ada sejak lama dan menjadi rutinitas sebagian masyarakat Sambas hingga sekarang.
Berdasarkan kondisi tersebut, peran penting komoditas kopi dalam sub sektor perkebunan perlu dipertahankan atau ditingkatkan lebih lanjut. Faktor yang memiliki peran penting antara lain adalah penerapan teknologi dalam penanganan pra atau pasca panen kopi. Teknologi tersebut sangat dibutuhkan khususnya untuk para petani guna meningkatkan produksi atau menghasilkan biji kopi dengan standar mutu yang telah ditetapkan agar memiliki nilai jual tinggi.
Melalui kegiatan pengabdian dari Politeknik Negeri Sambas, tim pelaksana terdiri dari bapak Feby Nopriandy dan Suhendra mengupayakan penyelesaian permasalahan dalam penerapan teknologi proses produksi kopi. Sasaran kegiatan adalah kelompok Pondok Kopi di Desa Sulung Kecamatan Sejangkung. Kelompok ini fokus dalam pengolahan pascapanen kopi khususnya memproduksi bubuk kopi.
Tahun 2019, kelompok Pondok Kopi mendapat bantuan berupa mesin penggiling kopi dari program Bazarnas. Namun mesin penggiling kopi tersebut mengalami kendala saat proses penggilingan. Daya motor penggerak terlalu kecil sehingga saat proses penggiling biji kopi motor sering terhenti atau kecepatan putarnya menurun, akibatnya mesin tidak dapat dimanfaatkan.
Berdasarkan permasalahan tersebut, tim pelaksana pengabdian dari Politeknik Negeri Sambas berusaha menyelesaikan permasalahan yang ada dengan melakukan modifikasi sistem penggerak agar mesin penggiling kopi tersebut dapat melakukan proses penggiling dengan optimal. Selain itu, tim pelaksana juga mengajarkan anggota kelompok Pondok Kopi cara mengoperasikan dan melakukan perawatan sederhana pada mesin penggiling kopi. Kegiatan terakhir adalah melakukan serah terima mesin penggiling kopi hasil modifikasi dari tim pelaksana kegiatan kepada perwakilan dari kelompok Pondok Kopi yang disaksikan langsung oleh kepala Desa Sulung.

