Dinas Perpustakaan dan kearsipan daerah Kabupaten sambas melalui Bidang Penyelenggaraan Kearsipan,telah berinovasi untuk membuat sebuah program yang dinamakan Saro'an. Saro'an merupakan Kegiatan Safari OPD Kearsipan yang bertujuan memberikan Bimbingan langsung ke OPD OPD dalam Pengawasan, Audit, Akuisisi, dan Layanan Kearsipan.
merambah di berbagai bidang salah satu di bidang kearsipan.Selain memudahkan pengaawasan pembinan dan layanan kearsipan di tiap opd,penggunnaan teknologi dan informasi dapat meminimalisir lemahnya kepatuhan dan tata kelola kearsipan di opd, khususnya di pemerintahan kabupaten sambas.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Sambas merupakan salah satu Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sambas yang bertugas melaksanakan kewenangan desentralisasi dan dekonsentrasi di bidang Perpustakaan dan Kearsipan.
Untuk memudahkan proses Sosialisasi,Pembinaan, Pengawasan, Dan Layanan Kearsipan pada setiap OPD di bentuklah inovasi SARO'AN (SAFARI OPD KEARSIPAN). Namun dalam penyelengggarannya inovasi saro'an memiliki kelemahan :
1. SDM PENGELOLA KEARSIPAN DI OPD MASIH MINIM
2. Terbatasnya waktu dalam melakukan safari opd kearsipan (terjun langsung ke opd)
3. Terbatasnya kemampuan SDM OPD dalam mengolah informasi terkait tata kelola
kearsipan
4. Belum tersedia format tata naskah yang baku ( template ) terkait pembuatan surat
5. Belum adanya Terdokumentasi Pelaku Sejarah Lisan melalui Program Wawancara
Sejarah Lisan
Setelah di lakukan Penerapan pada tanggal 9 Agustus 2021 Inovasi Saro’an membuahkan hasil yang signifikan terbukti dengan Nilai Hasil Pengawasan Kearsipan Eksternal Tahun 2022 , Kabupaten Sambas mendapat peringkat ke 1 Sekalimantan Barat. Namun , dengan adanya Indikator Penilaian Pengawasan Kearsipan yang setiap tahun berubah, dengan itu kami selalu melakukan pembaharuan. Pada Tanggal 2 Bulan Februari 2023 adapaun Inovasi Saro’an mengalami pembaharuan , bukan hanya memberikan pelayanan kearsipan dengan terjun langsung kelapangan, tetapi kami membuat semacam film documenter terkait para pelaku sejarah yang selayaknya harus di buat dan didokumentasikan di dalam Program yang kami Sebut Wawancara Sejarah Lisan. Hal ini akan menambah koleksi serta khazanah arsip statis pada Lembaga Kearsipan Daerah Kabupaten Sambas.


