Lada telah dikenal diseluruh dunia sebagai rajanya rempah-rempah “King of Spice”. Di Kalimantan Barat, salah satu daerah sentra produksi lada adalah Kabupaten Sambas. Pada tahun 2013, total luas lahan perkebunan lada di Kabupaten Sambas mencapai 1.123,92 ha dengan jumlah petani lada sebanyak 4.402 orang.
Produk tanaman lada biasanya berupa biji (lada hitam dan lada putih) ada juga produk dalam bentuk bubuk lada (dari lada putih). Proses pengerjaan bubuk lada dapat dilakukan dengan cara ditumbuk dan dibender. Pengerjaan bubuk lada dengan cara ditumbuk atau menggunakan blender hanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena bubuk lada yang dihasilkan relatif masih kasar.
Sasaran kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) kali ini adalah petani lada di Dusun Senyawan Desa Sebayan Kecamatan Sambas Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat. Desa Sebayan juga merupakan lokasi Politeknik Negeri Sambas sebagai Perguruan Tinggi pengusul. Sebagian besar mata pencaharian penduduk Desa Sebayan adalah sebagai petani dan wiraswasta (BPS Kabupaten Sambas, 2016).
Setelah meninjau langsung di lapangan, tim pelaksana kegiatan PKM yang terdiri sejumlah dosen , Leo Dedy Anjiu,S.T., M.T. , Irma Fahrizal Butsi Ningsih,S.T., M.T. dan sejumlah Mahasiswa Politeknik Negeri Sambas dapat mengetahui permasalahan yang dihadapi petani lada yaitu petani dalam menjual hasil kebun lada (produk lada dalam bentuk lada hitam dan putih) umumnya dijual kepada para distributor dengan harga yang telah ditetapkan. Nilai tawar petani cukup rendah karena petani tidak memiliki pilihan lain untuk menjual produk ladanya. Tim pelaksana kegiatan PKM merumuskan permasalahan yaitu bagaimana caranya agar produk lada yang mereka hasilkan dapat memberikan nilai jual yang lebih tinggi dan dapat memberikan tambahan penghasilan bagi petani lada.
Melalui kegiatan pengabdian ini, tim pelaksana mengupayakan penyelesaian permasalahan yang dihadapi oleh mitra Solusinya adalah dengan melakukan diversifikasi produk lada selain lada hitam dan lada putih, salah satunya dapat berupa bubuk lada. Guna menghasilkan bubuk lada berkualitas agar dapat dipasarkan maka diperlukan proses penggilingan lada dengan menggunakan mesin. Selain itu, penggilingan lada menggunakan mesin memiliki kapasitas besar sehingga dapat digunakan untuk menghasilkan bubuk lada dalam jumlah yang banyak.
Tim pelaksana berupaya untuk memberikan bantuan teknologi pengolahan bubuk lada berupa mesin penggiling lada guna meningkatkan ekonomi petani lada di Desa Sebayan.
Tim pelaksana juga akan memberikan pelatihan pengoperasian dan perawatan mesin penggiling lada.
1. Kegiatan pelatihan pengoperasian mesin penggiling lada dilakukan di rumah ibu Darmawan dan disaksikan langsung beliau beserta beberapa orang petani lada lainnya.
2. Pelatihan dalam perawatan mesin langsung diperagakan oleh mahasiswa Jurusan Teknik Mesin. Pelatihan ini memperagakan cara perawatan setelah penggunaan mesin agar mesin dapat berumur panjang.
Hasil dari kegiatan PKM ini yaitu mitra petani tani lada sangat senang sekali mendapatkan bantuan mesin penggiling lada ini dimana dengan adanya mesin ini memberikan beberapa keuntungan yaitu
1. Nilai jual produk lada semakin tinggi dimana awalnya lada dijual ke distributor dengan harga yang telah ditetapkan, sekarang lada dapat dipasarkan sendiri dengan harga yang lebih tinggi dari distributor
2. Waktu yang dibutuhkan untuk membuat lada biji menjadi bubuk lada menjadi lebih singkat dan efisien dengan menggunakan mesin.
3. Penggunaan mesin penggiling lada dapat menghasilkan bubuk lada berukuran halus serta memiliki kapasitas besar.